SUARANYA AKAN CINTA


Rasanya begitu bersejarah hari selasa.
Anda, ya anda yang dengan tinggi menjulang dan perlu menunduk menatap mata saya.
Anda, yang baru saja mengungkap cinta.

Saya kira itu tanya.
Bukan cinta.
Atau mungkin pertanyaan akan cinta.

Suara-suara yang menggema.
Itulah mengudara.
Tak selera rasa menanggapinya
Hilang asa ?
Mungkin juga, tapi pastinya sayapun tidak sempat memikirkannya.

Detik ini anda bilang apa.
Bukan tak mungkin sepersekian detik kemudian semua berubah sesuai naskahNya.
Saya dan anda tentu tidak bisa apa-apa.

Selebihnya saya hanya berkata :
"Sekarang terserah saya, dan suka sauka saya"
Dan dengan tergesa andapun meng-iyakannya.

Sejujurnya agak berlebihan jika perlu diutarakan.
Apalagi terpapar dengan lisan.
Terenyuh jua jika diperhatikan.
Untuk saat ini, jelas TIDAK dan BUKAN.
Entahlah, jika menganggap itu sebuah jawaban.
Ya, tidak saat ini dan mungkin setelah rentetan ujian.
Ini keputusan.
Bukan kenang-kenangan,
Atau buai-buai-an.

Saya tidak bangga dan sebaiknya anda juga begitu.
Karena detik ini atau sebelum-sebelumnya, sungguh saya tidak lagi merasa apa apa dengan anda.
Namun semua bisa dimulai dengan kata,
Itupun jika anda siap menunggu lama.

To : A.S
19-01-2010 (22:09)

0 komentar:

Post a Comment