Hanya suaramu yang tak dapat kubagi.
Aku menyimpannya jauh dalam lekuk labirin telinga ini.
Saat sepi,
Aku jadi terbiasa tertawa sendiri,
Waktu mengingat kembali.
Kau menggambarkan dirimu amnesia,
Namun aku selalu tersenyum lega,
Saat kau ulang kembali tiap inchi dari helai kalimat yang terucapolehu dengan seksama.
Aku suka caramu membawa anganku ketempat yang tak pernah kuduga sebelumnya.
Aku mengagumi uraian thesismu akan pandangan kita di kehidupan senja yang jemu akan cinta.
Aku memuja setiap kata berjuta makna yang acap kali kudengar dari pita suaramu.
Aku mencintaimu karna kau bak hidup dikedua jantungku.
Dan mengkhatamkan seluruh bagian diriku.
0 komentar:
Post a Comment