Malam menjelang, terkuak secercah harap cahaya
Angin pengantar rindu pemenuh asa
Kelam dalam lelap ku terjaga
Ia memanggil dan merengkuh serta
Sejauh kedalaman jiwa yang lama bersama
Bayangku masih merundung di anganmu
Gurat gurat tubuhku masih terngiang dalam jemarimu
Dan goresan tinta jiwa kita masih terpahat dalam kalbu
Buih buih yang berbusa dulu juga masih terpatri dalam relung sukmamu
Kita telah sama sama mengakhiri semua
Dan kita jua telah menyaksikan bersama
Kesenangan dalam dunia yang baru nyatanya
Jangan lagi jamah hatiku dengan kelabu suaramu
Jangan juga menatap manis senyumku dengan kulit ras mu.
Apapun itu,
Rasa ini tetap terukir dalam ketentraman jiwa
Berbalut kasa kecintaanku padamu
Dan semurni inilah kesucian dari keabadian yang terkira
Kehadiran benih benih cinta ini takkan pernah selesai
Ia lah saksi hingga zaman usai
0 komentar:
Post a Comment